Soal Tudingan Honorer Siluman Ini Kata Ketua Tim Honorer Papua Barat

Manokwari.M.ID – Ketua Tim Perjuangan Honorer menyambangi Kantor Ombudsman Perwakilan Papua Barat, Jumat (28/8/2020).
Didampingi oleh sejumlah CPNS yang terakomodir dalam pengangkatan 1.283, Dia siap memberikan keterangan terkait tudingan Honorer siluman.
Para CPNS yang datang, sempat menghujani staf Ombudsman dengan teriakan karena dianggap melakukan tudingan yang tidak benar. Namun, mereka diminta kembali pada hari Senin pekan depan, saat ini Ketua Ombudsman Papua Barat Musa Sombuk sedang berada di luar Manokwari.
Ketua Tim Perjuangan Honorer Papua Barat, Yan Piet Homer mengaku siap memberikan keterangan penuh terkait tudingan berbagai pihak terkait honor siluman yang masuk dalam formasi.
Menurutnya perjuangan yang dilakukan selama 11 tahun masih dipermasalahkan oleh segelintir orang.
“Publik harus bisa membedakan mana perjuangan mana perjuangan dan mana yang program, yang kami lakukan adalah Perjuangan dari 2009 sampai 2020, sudah 11 tahun. Kami tim terbuka bagi teman-teman yang merasa tidak puas datang dan minta penjelasan kepada kami,” jelasnya.
Terkait dengan beberapa oknum yang merasa tidak puas dan melaporkan kepada Ombudsman, Homer hanya berpesan agar memiliki alat bukti yang jelas sehingga tidak terkesan melempar batu dan sembunyi tangan alias tidak ada pembuktian.
Homer juga menjelaskan, yang diakomodir dalam 1.283 honorer yang diangkat menjadi CPNS dan P3K Papua barat yang mengabdi pada Januari 2005 sampai dengan Desember 2012. Sehingga honorer yang masuk pada Januari 2013 keatas sudah tidak terakomodir lagi.
“Yang terjadi selama ini, saat Pimpinan OPD berganti maka pejabat baru membawa mereka punya honorer sendiri yang baru, kemudian honorer yang lama akan dianak tirikan dan tersisih dan dikeluarkan. Walaupun sudah dikeluarkan, nama mereka sudah terdaftar, tidak mungkin untuk kami keluarkan,” lanjutnya.
Yan Piet Homer juga mengaku tidak akan melakukan tuntutan balik terhadap oknum yang telah menuding dirinya bermain dibalik Honorer Siluman, jika tidak terbukti kebenarannya, menurutnya baik yang terakomir maupun yang tidak merupakan anak Papua yang perlu mendapatkan perhatian.
Lebih lanjut, Homer juga menjelaskan dalam pengangkatan 1.283 honorer Papua Barat sebanyak 73 Persen merupakan orang asli Papua
“Sebanyak 73 persen merupakan orang asli Papua, sisanya nusantara,” tandas dia.
(TRY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here