Rasio Kelulusan 80 : 20 CPNS 2018 Tidak Terpenuhi, DPRD : Kelalaian Pemkab Siapkan SDM Anak Wondama

Wasior.M.ID – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat Robert Gayus Baibaba berpandangan tidak bisa terpenuhinya rasio kelulusan 80 : 20 untuk CPNS formasi 2018 adalah buah dari kelalaian Pemkab Wondama dalam menyiapkan sumber daya manusia orang Papua khususnya generasi muda Wondama.

Seperti diketahui, Pemkab Teluk Wondama mengklaim penyebab utama tidak bisa terpenuhinya rasio kelulusan 80 : 20 yaitu 80 persen pelamar Orang Asli Papua (OAP) dan 20 persen untuk non OAP adalah karena minimnya pelamar OAP pada sejumlah formasi yang dibuka. Bahkan ada formasi tertentu yang sama sekali nihil pelamar OAP.

“Kita sebagai penyelenggara pemerintah daerah mulai dari bupati termasuk Dinas Pendidikan kita lupa bahwa untuk afirmasi itu kita tidak menyekolahkan adik-adik di bidang-bidang itu. Sekarang tes baru kita bilang tidak ada ketersediaan itu, siapa yang salah, kita yang salah, kita tidak menyediakan, “ ujar Gayus ditemui usai kegiatan di kantor DPRD di Isei, baru-baru ini.

Berkaca dari kondisi itu, menurut Gayus, Pemkab Wondama dari sekarang harus menyiapkan desain pendidikan yang tepat bagi generasi muda Wondama sehingga ke depan anak-anak pribumi bisa siap mengisi berbagai posisi dan jabatan yang tersedia.

Antara lain dengan memanfaatkan jalur pendidikan afirmasi yang dibiayai dari dana Otonomi Khusus baik ADem untuk pendidikan menengah maupun ADik untuk pendidikan tinggi.

“Kasih mereka sekolah dokter, apoteker, teknik bahkan bagian-bagian lain yang kita belum punya. Kalau kita katakan 80 atau 100 persen OAP tapi kita belum menyiapkan itu bagimana kita bisa mengatakan formasi ini kita harus 80 persen. Jadi ke depan kita harus benahi supaya keterwakilan itu bisa terpenuhi, “ kata eks Ketua KPUD Teluk Wondama ini.

Meski belum ada pengumuman secara resmi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Ujang P.Waprak sebelumnya mengungkapkan minimnya pelamar OAP terutama orang asli Wondama pada sejumlah formasi CPNS 2018 menjadi penyebab tidak bisa tercapainya rasio kelulusan 80 : 20 sebagaimana yang telah disepakati Pemprov Papua dan Papua Barat bersama dengan KemenPANRB dan BKN.

“Ini memberi gambaran bagi kita bahwa kita harus mempersiapkan SDM anak-anak Wondama ini terutama pada bidang-bidang tertentu sehingga ke depan kita bisa siap mengisi sendiri, “ kata Waprak.

(Rex)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here