Polres Mansel Ciduk Produsen Minuman Keras Lokal Di Kampung Abreso

Salah satu pelaku pembuat Miras Lokal yang diamankan Polres Mansel

Mansel.M.ID – Polres Manokwari Selatan kembali mengamankan dua pelaku pembuat minuman keras ilegal (minuman keras lokal) di Kampung Abres, Ransiki. Penangkapan dua orang pelaku ini dilakukan aparat kepolisian pada selasa (06/10/2020) malam sekitar pukul 22.00 WIT.

Kapolres Manokwari Selatan AKBP Slamet T. Haryono SH melalui Kasatrekrim Polres Manokwari, Iptu Otto Woof mengungkapkan kronologi peristiwa penangkapan dua orang pelaku pembuat miras ilegal tersebut bermula dari giat Kamtibmas yang dilakukan oleh anggota Polres Mansel.

Dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Iptu Otto Woff bersama 7 anggota Polres Manokwari selatan tersebut, Anggota Polres Mansel memperhatikan salah satu kendaraan roda dua yang dikendarai oleh salah satu pelaku berinisial A. Setelah diperhatikan ternyata A membawa minuman keras ilegal.

Selanjutnya anggota Polres Mansel melakukan penelusuran berdasarkan keterangan A. “Setelah tiba dilokasi yang dimaksud yakni kampung Tsunami, anggota Polres Mansel langsung melakukan pemeriksaan terhadap pemilik rumah yakni H yang juga masih saudara A dan S (pelaku pengolah minuman tersebut).

Dari hasil pemeriksaan terhadap A dan S, Polres Mansel mendapati salah satu gudang milik H yang telah disiapkan untuk membuat minuman keras.

Dari gudang tersebut, Polres Mansel berhasil mengamankan tiga buah drum plastic berisikan bahan baku miras sebanyak 600 liter, gula pasir sebanyak 20 kilo serta bahan baku lainnya.

Kapolres Mansel, AKBP Slamet T. Haryono membenarkan penangkapan tersebut. “Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan. Menurut pengakuan dia, sudah dua bulan dia membuat milo (miras) tersebut”pungkas Kapolres.

Sesuai dengan keterangan anggota Polres Mansel, Kedua pelaku A dan S sehari – hari berprofesi sebagai nelayan. Dari hasil pembuatan dan penjualan miras ini, pelaku mendapatkan pendapatakan sekitar 5 juta rupiah.

Sebagian Barang Bukti Dimusnahkan

Kasat Reskrim Polres Mansel bersama anggotanya menjelaskan bahwa kegiatan pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan karena barang tersebut dalam kategori berbahaya.

“Jadi ini penyisihan untuk dijadikan alat bukti dipersidangan dan sebagaian lagi akan diperiksa di laboratorium Balai POM. Jadi sebagian dimunaskan dan lain akan jadikan barang bukti di pengadilan nanti,” ungkap Woff Rabu (7/10/2020).

[YM4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here