Permintaan Biji Kakao meningkat, Papua Barat Genjot Perluasan dan Peremajaan Kebun

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Yakob S. Fonataba

Manokwari.M.ID – Melihat animo permintaan Export coklat terus meningkat dari sejumlah negara, Papua Barat terus genjot pengembangan budidaya Kakao dengan penambahan 80 Hektar di tahun 2020.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Yakob S. Fonataba menyebutkan, Penambahan area perkebunan kakao ditahun 2020 sebenarnya mencapai 200 hektar.

“Alokasi dari APBN seluas 100 hektar dan dari APBD juga seluas 100 hektar, namun karena refocusing anggaran Pandemi Covid-19 sehingga hanya menjadi 40 hektar dari APBN dan 40 hektar dari APBD untuk pengembangan lahan dan juga peremajaan kebun Kakao di Papua Barat,” Jelas Fonataba kepada wartawan, Selasa (15/9/2020)

Disebutkan, Kabupaten Manokwari selatan yang memiliki produksi Kakao premium saat ini hanya memiliki 200 hektar lahan produkti, dari 1.000 hektar yang sebelumnya dijalankan oleh PT. Cokran.

Dengan luasan 200 hektar tanaman kakao produktif, setiap bulan Papua Barat mampu menghasilkan 4 ton biji kakao yang siap di export sesuai dengan permintaan.

“Kita akan produksi Kakao terus menerus untuk menjawab permintaan export keluar dan dalam negeri, sementara kita export ke belgia, belanda dan inggris kemudian juga dilokal permintaan dari Bali dan Makassar,” lanjut dia.

Fonataba juga mengakui, meski di masa Pandemi produksi dan proses export Kakao tetap berlangsung.

Selain itu, Pemprov Papua Barat juga mendapatkan bantuan dari Bank Indonesia berupa alat pengolahan biji kakao menjadi barang konsumsi berupa Powder Minuman instan siap olah. (TRY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here