Merasa Dinomorduakan, Perempuan Doreri Curhat Ke Emelia Mandacan

Manokwari.M.ID – Anggota Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) Emelia S. Mandacan melaksanakan Reses dengan menggelar meja pinang untuk mendengar aspirasi dari Perempuan Doreri Kabupaten Manokwari, Selasa (18/8/2020).

Dikatakan Emelia Mandacan, Dirinya berada di lembaga kultur MRPB untuk mewakili Perempuan Papua Baik itu Perempuan Arfak, Doreri, Wamesa. Sehingga, Ia merasa perlu untuk mendengarkan aspirasi langsung dari penggerak ikatan perempuan Doreri.

“Saya duduk di MRP untuk perempuan Papua, selama ini saya berkomunikasi dengan perempuan Arfak dan hari ini saya menemui perempuan Doreri,” ujar anggota Kelompok kerja Perempuan di MRP itu lokasi pertemuan, Susweni, Manokwari, Selasa sore.

Dalam kesempatan ini juga, Mandacan memberikan bantuan kepada perempuan doreri Berupa uang tunai untuk menunjang kegiatan Organisasi perempuan asli Manokwari tersebut.

Berbagai hal disampaikan oleh Perempuan Doreri, salah satunya selama ini perempuan selalu menjadi nomer dua bahkan dalam pelaksanaan otonomi khusus.

Dikatakan Wakil ketua Ikatan perempuan Doreri, Syane Rumbobyar, menurutnya belum sampainya alokasi anggaran dan hak perempuan dalam aplikasi otonomi khusus bisa dijadikan barometer terhadap keberhasilannya.

“Kita perempuan Papua merasa di nomor duakan, padahal peran perempuan amat sangat penting dalam pembangunan Papua. Dalam otonomi khusus hak perempuan ada 7 persen didalamnya, maka pemerintah harus merealisasikannya. Peran MRP untuk mendorong agar hal ini bisa terwujud,” kata Syane kepada Emelia.

Selain itu, perhatian pemerintah di berbagai sektor seperti peningkatan ekonomi dan pendidikan bagi perempuan masih sangat kurang. Perlunya ada perhatian lebih kepada perempuan karena peran pentingnya dalam pembangunan.

“Kami siap mengawal Ibu Emelia yang memang memiliki hati untuk perempuan Papua, memperjuangkan hak perempuan membutuhkan hati yang benar-benar peduli,” timpal Ketua Ikatan Perempuan Doreri, Welly Rumsayor.

Reses kali ini, MRP mendengar aspirasi masyarakat terkait eksistensi undang-undang otonomi khusus No.21 Tahun 2001 di Kabupaten Manokwari.

(TRY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here