Merasa Dicurangi, Kubu Lambert Jitmau Walk Out Dari Arena Musda Golkar Papua Barat

Jakarta.M.ID – Perhelatan Musda III Partai GOLKAR Provinsi Papua Barat kian panas. Pelaksanaan yang dijadwalkan untuk dibuka hari ini 15/8 diwarnai adu mulut antara peserta resmi pemegang mandat dengan pemuda berpakaian loreng AMPG yang berjaga di depan gerbang kantor DPP partai GOLKAR di slipi Jakarta Barat.

Dari pantauan terlihat ketua DPD Partai GOLKAR Kota Sorong Lamberthus Jitmau, Ketua DPRD Provinsi Papua Barat Orgenes Wonggor dihalangi masuk, serta beberapa anggota DPRD kabupaten di Papua Barat.

Barisan pemuda itu berdalih diperintah oleh Ketua Umum DPP Partai GOLKAR Ir. Airlangga Hartarto untuk memghadang siapapun yang datang tanpa id card.

Dikonfirmasi ditempat kejadian, Ketua AMPI Provinsi Papua Barat Victor JG May, MP yang sempat cekcok dengan kawanan pemuda yang menghadang menyatakan bahwa cara-cara yang dipertontonkan panitia dibawah perintah Mozes Rudi Timisela adalah cara-cara kotor.

Dia merasa ditipu dan dipermainkan oleh DPD Provinsi karena informasi yang diberikan adalah bahwa registrasi dan pengambilan id card akan dilakukan di DPP sebelum musda dimulai, faktanya justru id card telah dibagikan kepada yang bukan pemegang mandat dan pemegang mandat yang mendukung pak Lambert Jitmau dijegal dipintu masuk dengan dalih tidak memiliki id.

“Ini kan cara-cara kotor Rudi Timisela untk memenuhi hasrat berkuasa di partai GOLKAR. Kami kader dibenturkan. Tadi pagi waktu regustrasi di hotel classic ada beberapa kawan-kawan yang masih melakukan rapid tes dan tidak dapat melakukan registrasi, mereka katakan agar id card dapat diambil sebelum musda di DPP”

“Faktanya justru beberapa pimpinan pemegang mandat justru ditahan oleh preman suruhan mereka. Walikota ditahan, Ketua DPR Provinsi Papua Barat ditahan. Id card Kabupaten Sorong diberikan ke orang mereka yang bukan pengurus kabupaten sorong.

Id card Raja Ampat saya sebut saja mereka berikan ke Rony Dimara, orang yang berhalusinasi mengaku-ngaku plt padahal jelas DPP katakan dia tidak berhak. Belum lagi AMPG provinsi yang sudah Rudi lantik malah tidak diakuinya, padahal dia sendiri yang melantik. Ada juga SK SOKSI versi mereka yang ujuk-ujuk muncul menjelang musda. Jadi ini Rudi takut kalah sehingga menggunakan cara-cara kotor untuk syhawat kekuasaan terpenuhi,”tegasnya.

Alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman ini berharap ketua umum DPP Partai Golkar dapat segera menengahi atau mengambilalih jalannya musda ini.

Menurutnya, strategi memancing keributan yang dimainkan oleh Rudi Timisela bertujuan untuk menciptakan image negatif walikota sorong dimata ketua umum dan rudi dapat berkah simpati dan dukungan ketua umum dalam musda.

Padahal, LJ (sapaan akrab Lamberth Jitmau) adalah korban dari praktik licik yang menghalalkan segala cara.

“Saya berharap ketum bisa menjadikan ini sebagai atensi dan segera mengambil alih jalannya musda. Strategi mereka adalah memancing pak LJ untuk ribut sehingga tercipta image negatif dimata ketum, kemudian dia bisa mendapat simpati dan dukungan ketum. Padahal LJ ini korban dari praktik licik menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan. Puji tuhan pak LJ tidak terpancing dan menjaga emosional teman-teman kabupaten/kota pendukungnya, pak LJ orang berpendidikan dan kepala daerah yang paham pengelolaan partai politik jadi dipancing bagaimanapun beliau tetap rasional”

Lanjut may, Musda ini sebetulnya adalah persoalan sederhana namun ditunggangi oleh penumpang gelap dengan kepentingan bisnis besar yang tidak peduli bahkan partai hancur dan kader terpecah belah. Menurutnya pak LJ sudah mantap mengantongi dukungan mayoritas pemilik suara namun terus dihalangi dengan cara kotor bahkan fitnah.

“Musda ini soal sederhana jika hanya menyangkut konsolidasi partai, namun penumpang gelap dengan kepentingan bisnis ikut cawe-cawe makanya jadi runyam. LJ sudah kantongi mayoritas dukungan, namum terus dihalangi dengan cara kotor bahkan difitnah arogan, suka bikin ribut, dan lain-lain.” kata Victor.

Sejauh ini musda telah dibuka dengan dihadiri wakil ketua umum DPP Roem Kono. Setelah menetapkan 2 bakal calon pada februari lalu masing-masing Rudi Timisela sebagai petahana dan Lambert Jitmau, DPD provinsi papua barat kembali membuka pendaftaran bakal calon ketua menjelang musda tanggal 15 agustus.

Pembukaan pendaftaran menghasilkan tambahan 2 bakal calon yakni Amin Ngabalin dan Alfons Manibuy mantan bupati teluk bintuni 2 periode.

Keempat bakal calon ini akan memperebutkan 19 suara yang terdiri dari 13 suara dpd kabupaten/kota, 1 suara ormas pendiri, 1 suara ormas didirikan, 1 suara organisasi sayap, 1 suara DPD Provinsi, 1 suara Dewan Pertimbangan provinsi, dan 1 suara DPP.

Dalam kesempatan ini, Victor mengungkapkan akhirnya Lambert Jitmau dan pendukungnya memutuskan Walkout dari arena Musda.

“Kami merasa dicurangi, maka kami memilih keluar dari arena, ini sudah tidak betul,” terangnya.

Kecurangan itu menurutnya karena secara tiba-tiba Ketua DPD Kabupaten Sorong,  Raja Ampat dan Manokwari di PLTkan. Sementara dari Ormas, Ketua AMPG Papua Barat diganti jelang Musda.

Selain di PLT kan, kata Victor anehnya yang diakomodir dalam Musda adalah Soksi kubu Ali Wongso.

(DAI)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here