Dibantu Ponsel Dari PWI Papua Barat, Jeni Simon dan Aldi Kini Bisa Belajar Online

Iklan A2https://www.melanesian.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-09-30-at-20.04.53.jpeg

Manokwari.M.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat Peduli memfasilitasi penyaluran tiga buah ponsel pintar kepada siswa-siswi sekolah yang dianggap tidak mampu, Rabu (21/10/2020). Hal ini dilakukan sebagai upaya mendorong siswa terus mengikuti pelajaran secara daring/online.

Melalui program donasi Smartphone (ponsel pintar) yang dilaksanakan PWI Papua Barat, telah disalurkan sumbangan 2 unit ponsel pintar yang berasal dari PWI Papua Barat dan 1 unit lainnya dari salah satu media online lokal di Manokwari.

Iklan A2

Penerima pertama Jeni Mambrasar, Yatim Piatu yang tinggal di Kompleks Biriosi Manokwari, Simon Merabano Anak Tukang Parkir di kompleks Kampung Ambon atas Manokwari, dan Aldi Anak penjual ikan keliling di Kompleks Borobudur II Manokwari. Penyerahan dilakukan langsung oleh ketua PWI Papua Barat Bustam ST dan perwakilan Linkpapuabarat.com.

Ketua PWI Papua Barat Bustam menuturkan, ponsel yang dibagikan ini merupakan sumbangan yang berasal dari sejumlah donatur. Donasi ini bertujuan untuk melengkapi kebutuhan belajar para siswa yang dinilai kurang mampu ditengah masa pandemi covid 19.

“Tidak semua pelajar mendapat HP, yang diberikan hanya mereka yang benar-benar membutuhkan, sedangkan datanya kami dari PWI Papua Barat dapat langsung dari pihak sekolah,” ujar Bustam.

Hal senada juga diutarakan Ketua program PWI Peduli, Tri Adi Santoso. Ia menyebut Handphone yang disalurkan ini merupakan bentuk kepedulian mereka kepada pelajar yang kurang mampu, sekaligus membantu meringankan beban orang tua para pelajar itu.

“Diharapkan HP ini semoga bermanfaat bagi para pelajar di tengah masa pandemi, covid 19 dan dapat dipergunakan secara baik, kami juga masih terus mencari donatur untuk terlibat dalam kegiatan ini” tuturnya.

Sementara itu, salah satu penerima donasi Handphone, Jeni Mambrasar menyebut, selama masa pandemi covid 19, sekolahnya menerapkan sistem belajar secara daring. Namun karena tidak lagi memiliki Handphone, maka ia sangat mengalami kesulitan dalam belajar. Dengan adanya bantuan tersebut, Jeni yang juga merupakan yatim piatu ini, sangat merasa terbantu.

“Hp saya sudah lama rusak, Jadi kalau ada tugas saya harus ke sekolah atau rumah guru untuk ambil materi dan tugas itu, baru dikerjakan dan dikumpul lagi. kalau belajar daring saya tidak bisa ikut, makanya ada beberapa mata pelajaran yang ketinggalan” ungkap siswi kelas 2 di SMP Negeri 2 Manokwari.

Mewakili orang tua para pelajar penerima donasi Handphone, Septinus turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PWI Peduli dan PWI Papua Barat serta Donatur yang sudah berupaya untuk menjalankan kegiatan sosial tersebut. Septinus yang merupakan juru parkir disalah satu pusat perbelanjaan dalam kota Manokwari itu pun menuturkan, Bantuan ini sangat berarti.

“Selama ini anak saya jarang belajar karena harus bergantian hp dengan kakaknya, bantuan ini sangat bermanfaat semoga anak saya tidak lagi ketinggalan pelajaran,” tutup Septinus. (TRY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here