Bareskrim Polri Panggil Ambroncius Nababan soal Dugaan Rasisme ke Natalius Pigai

Jakarta.M.ID – Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memanggil politikus Hanura Ambroncius Nababan (AN). Dilansir dari detik.com Pemanggilan ini terkait dugaan ujaran rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai.
“Benar, ada pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Slamet Uliandi, Senin (25/1/2021).
Surat pemanggilan terhadap Ambrocius Nababan ini Nomor: S.Pgl/38/2021/Dittipidsiber. Surat panggilan dilayangkan pada hari ini. Dia dipanggil dengan status sebagai saksi pada Rabu 27 Januari 2021 pukul 10.00 WIB.
Pemanggilan oleh Dittipidsiber Bareskrim Polri ini merupakan bentuk respons cepat atas adanya aduan masyarakat yang masuk ke Polda Papua Barat dan Bareskrim pada 24 Januari dan 25 Januari hari ini. Bareskrim sudah menerbitkan surat perintah penyidikan terhadap perkara ini.
Dalam pemanggilan ini, penyidik siber Bareskrim Polri akan mengklarifikasi ke Ambroncius mengenai akun FB yang digunakan dugaan penyebaran ujaran rasis. Dari hasil klarifikasi itu akan ditentukan langkah lebih lanjut. Perlu juga dicatat, penyidik siber Bareskrim sebelum melakukan pemanggilan juga sudah memiliki temuan-temuan awal.
Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi, sebelumnya menuturkan KNPI Papua Barat mengecam sikap Ambrosius kepada Natalius. KNPI Papua Barat meminta agar kasus tersebut dapat diusut sampai tuntas.
“Adapun pernyataan sikap tersebut yakni mengecam keras sikap rasisme yang dilakukan oleh Sdra AN, menuntut kepolisian RI agar bertindak tegas dan cepat menangani persoalan ini dengan memberi hukuman sesuai UU yang berlaku dan memberi tegang waktu sekitar 2 pekan terhitung dari tanggal pembuatan LP,” tuturnya.
“Mengajak seluruh elemen pemuda di Papua Barat agar mengawal kasus ini hingga tuntas. Mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menahan diri serta mempercayakan kasus ini sepenuhnya kepada pihak Kepolisian,” lanjut Adam.
Selain dilaporkan oleh KNPI Papua Barat, AN juga dilaporkan oleh Kerukukan Masyarakat Batak (KMB) Provinsi Papua Barat kepada Mapolda Papua Barat, Senin (25/01/2021).
Tidak hanya dua laporan tersebut, hari ini akun Facebook AN juga dilaporkan ke Bareskrim Polri salah satu mahasiswa Papua di Jakarta, Arman Asso. Dalam laporan dengan nomor STTL/025/I/2021/BARESKRIM, AN diduga telah melakukan tindak pidana Kebencian atau Permusuhan Individu/ Atau Antar Golongan (sara).

(Detik/DAI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here