Anggota DPR RI Yan Mandenas Minta KSAD Fasilitasi Penyelesaian Konflik di Intan Jaya

Anggota DPR RI Yan Mandenas saat bersama Kepala Staf TNI AD, Jendral Andika Perkasa
Iklan A2https://www.melanesian.id/wp-content/uploads/2020/10/WhatsApp-Image-2020-09-30-at-20.04.53.jpeg

Jakarta.M.ID – Anggota Komisi I DPR RI, Bidang Pertahanan, Yan Permenas Mandenas, telah meminta kepada Kepala Staf TNI AD (KSAD), Jendral Andika Prakasa untuk memfasilitasi Peyelesaian konflik di Kabupaten Intan Jaya, Papua, yang telah menewaskan Seorang Pendeta serta warga sipil dan anggota TNI.

“Saya terus memonitor apa yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya dalam sepakan ini. Maka saya langsung menghubungi KSAD, Jendral Andika Prakasa kemarin Malam ,” ungkap Yan Mandenas, dalam keterangan persnya, Senin (21/09/2020).

Iklan A2

Yan Mandenas bercerita saya sedih melihat konflik yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya Papua dalam sepekan ini, mulai dari dua tukang ojek ditembak kelompok kriminal bersenjata dan saat ini sedang mendapat perawatan Medis di Kabupaten Mimika, Senin (14/09/2020) lalu.

Kemudian peristiwa kedua pada hari Kamis (14/09/2020), satu tukang ojek tewas ditembak dan beberapa jam kemudian anggota TNI, Alm Serka Sahlan yang kesehariannya bertugas sebagai Babinsa ditembak hingga tewas.

Ketiga pada hari Sabtu (19/09/2020), seorang anggota TNI gugur yakni Pratu Dwi Akbar Utomo. “Nah, terakhir tadi malam (red), saya mendapat kabar seorang hamba Tuhan atau Pendeta bernama Yeramias Zanambani dikabarkan terkena tembakan hingga meninggal dunia. Hanya saya belum bisa mengkonfirmasi siapa pelaku penembakan,” ungkapnya.

Anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas meminta Panglima TNI dan para pihak terkait agar dilakukan investigasi cepat dan mengungkapkan para pelaku, terkait rentetan penembakan di Kabupaten Intan Jaya, khususnya kejadian yang terjadi dalam satu pekan ini.

“Khusus penembakan yang terjadi terhadap hamba Tuhan saya akan mengawal sampai tuntas Agar diungkapkan jelas para pelakunya, sehingga perlu di seriusi oleh semua pihak,” tutur Yan Mandenas yang lolos ke Senayan melalui daerah pemilihan Papua itu.

Yan Mandenas menegaskan, Panglima TNI, KSAD, Pangdam, Kapolda agar menseriusi kejadian ini dengan memerintahkan Bupati Intan Jaya bersama Unsur Muspida di daerah segera melakukan pembentukan tim investigasi dan memfasilitasi serta mencari fakta sebab dan akibat kronologi kejadian dalam seminggu ini di Intan Jaya.

“Dengan begini, ada langkah-langkah kedepan untuk menyelesaikan masalah konflik dan mendeteksi ancaman ganguan Kemanan di daerah tersebut, yang mengorbankan masyarakat sipil dan aparat keamanan, termasuk langkah tegas mengungkap siapa dalang penembakan hamba Tuhan yang terjadi tadi malam,” tegasnya.

Yan Mandenas meminta hasil investigasi kedepannya agar diserahkan ke pihak legislator di pusat, untuk kemudian menjadi bahan evaluasi bersama unsur pemerintah dan juga Panglima TNI dan DPR RI.

“Pada beberapa waktu mendatang kami akan mendorong dan menjadwalkan khusus rapat bersama Para Institusi terkait, Soal rentetan Aksi penembakan di Papua dan saya akan konsen mempertanyakan kejadian yang ada di Intan Jaya. kami juga akan meminta hasil investigasi Awal sebagai bahan masukan bersama,” ujarnya.

Politikus Partai Gerindra itu juga telah meminta kepada rekan-rekannya di Komisi I DPR RI untuk menjadi salah satu konsen bersama mengatasi permasalahan yang ada di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

“Yang jelas siapa pun pelaku penembakan terhadap warga sipil, TNI dan hamba Tuhan, kita mengutuk keras. Dan kita berharap hasil investigasinya lebih transparan kepublik karena contohnya, kasus penembakan terhadap 4 warga sipil pada Maret lalu di Intan Jaya dan kasus salah tembak oleh oknum TNI yg bertugas di Timika terhadap dua Warga Sipil di Salah Satu sungai Kabupaten Mimika, hingga saat ini juga belum ada tindakan tegas, terhadap Para pelakunya, katanya.

Yan Mandenas berharap para pelaku penembakan atau pembunuhan bisa ditangkap segera mungkin. “Pelakunya siapa, harus dikejar, ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya. Termasuk penembakan terhadap hamba Tuhan. Kalau itu dilakukan aparat penegak hukum kita, maka harus ada ditindak tegas,” pungkasnya.

Yan Mandenas menambahkan, Iya berharap tak ada lagi korban-korban selanjutnya di Kabupaten Intan Jaya, baik dari warga sipil hingga aparat keamanan yang bertugas di sana.

“Saya pikir, yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya ada masalah yang sangat serius untuk kita selesaikan bersama. Kita harus sepakat, tak boleh lagi ada korban jiwa. Sudah saatnya kita mendukung seluruh program pemerintah yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat papua. Kalau ada konflik Pasti semua program pemerintah tidak akan berjalan Sebagaimana mestinya,” tambahnya.

“Saya meminta dengan tegas Kepada Pemerintah Pusat Melalui Mengkopolhukam, Mendagri untuk memerintahkan Para Kepala Daerah di Papua agar diwajibkan berada di tempat bersama Rakyatnya, untuk menjawab dinamika Sosial dan Politik di Masyarakat,” pungkasnya.

(DAI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here